Rasulullah
s.a.w juga berhasil menancapkan kerelaan pada jiwa setiap sahabatnya. Maka, tak
mustahil bila mereka tidak lagi pernah memperhitungkan pelbagai rintangan yang
menghadang jalan dakwah mereka.
Sebab, kokohnya keyakinan yang ada dalam dada mereka telah melupakan semua luka,
tekanan, dan kesengsaraan itu.
Beliau
berhasil meluruskan hati nurani mereka dengan tuntunannya, menyinari mata hati mereka
dengan cahayanya, menyingkirkan unsur-unsur jahiliyah dari leher
mereka, menghapuskan warna paganisme dari punggung mereka, menanggalkan semua
kalung kemusyrikan dari leher mereka, dan memadamkan semua api
kedengkian dan permusuhan dari ruh-ruh mereka. Dan lebih dari itu, beliau
berhasil menuangkan air keyakinan ke dalam perasaan mereka. Karena
itu, jiwa raga mereka menjadi tenteram, hati mereka senantiasa sejuk damai, dan
otot-otot syaraf mereka selalu kendur dan mudah terkendali.
Ada
banyak faktor yang membuat kecintaan para sahabat terhadap Rasulullah s.a.w. semakin
besar. Diantaranya, saat bersama Rasulullah s.a.w." mereka senantiasa merasakan
kenikmatan hidup, saat berada di dekatnya mereka merasakan hangatnya
kasih sayang dan ketulusan hati, saat berada di bawah payung ajarannya
mereka merasakan ketenteraman, dengan mematuhi perintahnya mereka mendapatkan
keselamatan, dan dengan meneladai
sunah-sunahnya mereka mendapatkan kekayaan batin.
{Dan,
tidaklah Kami utus kamu kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam.} (QS. Al-Anbiyr: 107)
{Dan
sesungguhnya, kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.} (QS. Asy-Syura: 52)